Israel Yang Tidak Setia

Bacaan hari ini: Hosea 1/ Bacaan Setahun: Hosea 1-3

“Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia… Pergilah, kawinilah Seorang perempuan sundal dan perankanlah Anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN.” (Hosea 1:2)

Hosea adalah nabi di Kerajaan Utara yaitu Israel pada tahun 1753- 715 SM. Di bawah pemerintahan Yerobeam II, Kerajaan Utara menjadi makmur secara materi, tetapi rusak secara rohani.

Allah memerintahkan Hosea mengawini seorang perempuan yang nantinya tidak akan setia kepadanya dan akan membuat Hosea berkali-kali sakit hati. Sulit membayangkan perasaan Hosea ketika Allah menyuruhnya mengawini seorang perempuan yang tidak akan setia kepadanya. Bisa saja dia tidak ingin melakukan hal itu, tapi dia taat.

Ketaatan Hosea kepada Allah diwujudkan dengan menikahi Gomer. Gomer melahirkan seorang anak laki-lagi bagi Hosea dan nama ketiga anak mereka merupakan tanda- tanda nubuat tentang Isarel: Yizreel (Allah mencerai beraikan), Lho- Ruhama (=tidak dikasihi), dan Lo-Ami (=bukan umat-Ku).

Nama-nama ini menggambarkan penolakan Allah terhadap umat Israel, dan Allah tidak mengampuni mereka (ayat 6). Sama seperti istri Hosea, Gomer tidak setia kepadanya, demikian juga bangsa Isarel tidak setia kepada Allah.

Penyembahan berhala yang di lakukan bangsa Israel adalah sebuah perzinahan secara rohani kepada Allah.

Mereka mengusahakan hubungan gelap dengan Asyur dan Mesir untuk mengejar kekuatan Militer. Mereka mencampur penyembahan pada Baal dengan penyembahan kepada Allah.

Akibat dosa bangsa Israel, hubungan dan perjanjian mereka dengan Allah terputus. Allah harus bersikap benar dan adil, dengan menghukum mereka karena dosa.

Melihat kehidupan bangsa Israel yang tidak setia, mengingatkan kita juga bahwa seringkali dengan mudahnya kita tidak menghargai hubungan istimewa kita dengan Allah

Janganlah kita mengizinkan kemakmuran dan kesuksesan membuat kita lupa kepada Allah. Dan janganlah mengizinkan penderitaan membuat kita ragu dan mempertanyakan kasih Allah yang besar bagi kita.

Hiduplah setia, karena Tuhan sudah terlebih dahulu setia kepada kita.

Bukti dari Kasih Allah yang terbesar sudah di nyatakan melalui pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib yang menggantikan hukuman dosa kita, sehingga kita beroleh hidup yang kekal

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s